MINSEL, nyiurmedia.id/ – Kabupaten Minahasa Selatan kembali merayakan Modoinding Potato Festival (MPF) yang ke-9 pada Sabtu, 26 Oktober 2024, di GMIM Efrata Linelean, Wilayah Modoinding. Dalam festival tahunan ini, Pjs. Bupati Minahasa Selatan, Evans Steven Liow, mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati dan berbagi hasil panen kentang serta komoditas lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki.

Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Bupati Steven Liow mengatakan, “Bapak, Ibu sekalian, ambil semua-nya, silakan! Karena di sini saat ini kita berbagi berkat.” Ucapan ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Lebih lanjut, Bupati Liow menekankan betapa uniknya tradisi berbagi di Modoinding, “Di dunia cuma di Modoinding itu begini; habis tanam, berbagi berkat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Pjs. Bupati pun menyampaikan pesan agar masyarakat tidak perlu sungkan dalam mengambil bagian dalam kegiatan berbagi ini. Dengan canda khasnya, ia berkata, “Ba lolo jo, Ibu! Ndak usah malu-malu, hehehe,” yang langsung disambut dengan tawa oleh para hadirin.
Bupati Liow juga mengapresiasi semangat toleransi yang terjalin di festival ini, di mana umat dari berbagai gereja dan agama turut berkumpul merayakan panen bersama. “Memang kalau berbagi berkat begini, toleran sekali. Karena ada umat Muslim, dari berbagai gereja juga hadir, bahkan mungkin yang gak gereja juga kayaknya ada di sini, hehehe,” ucapnya sambil tersenyum, menciptakan suasana kebersamaan yang akrab di antara warga.
Festival kentang yang mengusung tema “Modoinding Diberkati untuk Menjadi Berkat” ini semakin menegaskan identitas Modoinding sebagai wilayah agrikultural yang kaya, sekaligus sebagai cerminan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakatnya. Kabupaten Minahasa Selatan, di bawah kepemimpinan Pjs. Bupati Steven Liow, mengharapkan agar festival ini menjadi momentum bersama untuk mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semboyan “Marijo Torang Sukseskan,” acara ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat Minahasa Selatan untuk terus mengembangkan potensi Modoinding dan merawat tradisi berbagi sebagai wujud syukur serta solidaritas antar warga. (*Donny)

Tinggalkan Balasan