SULUT, Nyiurmedia.id ━ Perum BULOG Kanwil Sulutgo memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras, minyak goreng, dan gula pasir, dalam kondisi sangat aman serta mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama bulan puasa dan menjelang Lebaran. Bahkan, stok beras saat ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan dan akan terus diperkuat ketahanannya hingga akhir tahun.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.

Pimpinan Wilayah (Pinwil) BULOG Sulutgo, Ermin Tora, menyampaikan bahwa stok beras yang dikuasai BULOG Sulutgo saat ini mencapai sekitar 17 ribu ton. Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang tengah berlangsung, serta distribusi stok antar-BULOG di seluruh Indonesia.

Ket foto: Tumpukan karung beras tersimpan di salah satu gudang Perum Bulog Kanwil Sulawesi Utara dan Gorontalo. Bulog memastikan stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 17 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Humas Bulog SulutGo)

Selain ketersediaan beras, BULOG Sulutgo juga memastikan pasokan minyak goreng akan tetap terjaga. Hal ini didukung oleh penguatan dari pemerintah kepada Perum BULOG Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam penyediaan stok serta pasokan Minyakita ke pasar-pasar rakyat.

Ket foto: Stok Minyakita yang disalurkan Bulog Sulutgo ke pasar-pasar rakyat di Sulawesi Utara dan Gorontalo dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. (Dok.Humas Bulog SulutGo)

Saat ini, hampir seluruh pasar rakyat atau pasar SP2KP di kabupaten dan kota di Sulawesi Utara serta Gorontalo telah dipasok Minyakita oleh BULOG. Harga Minyakita pun mulai bergerak turun dan umumnya telah dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Pengawasan bersama pemerintah daerah, dinas terkait, serta Satgas Pangan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi.

Dengan kondisi tersebut, BULOG memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng bagi masyarakat berada dalam kondisi aman, dengan harga yang relatif stabil dan terkendali.

“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ujar Ermin Tora.

Selain dua komoditas utama tersebut, ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran.

BULOG Sulutgo bersama pemerintah daerah telah dan akan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, antara lain melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, penguatan distribusi ke pasar rakyat, ritel modern, maupun outlet binaan. Selain itu, penyerapan gabah dan beras hasil produksi petani juga terus dilakukan dalam rangka memperkuat cadangan stok sekaligus melindungi petani dalam menjual hasil produksi mereka.

( Don )