banner 728x250

Denny Mangala Bantah Keras Isu Hoaks Percakapan Intim, Siap Tempuh Jalur Hukum

Ket Foto : Denny Mangala — Asisten Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Pelaksana Harian Sekretaris Provinsi Sulut.(Ist)

Plh Sekprov Sulut tegaskan unggahan viral tak berdasar dan merugikan nama baik dua pejabat Pemprov

SULUT , NyiurMedia.id – Asisten Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Provinsi Sulut, Denny Mangala, membantah keras beredarnya unggahan di media sosial yang menuding adanya percakapan intim antara dirinya dan Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Femmy Suluh. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.

Mangala menyatakan siap membuktikan bahwa tidak pernah ada percakapan sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan yang kini viral. Ia menilai narasi yang beredar telah menyesatkan publik dan mencederai integritasnya sebagai pejabat publik.

“Postingan ini sudah merugikan nama baik saya dan juga Kadis Pendidikan. Ini jelas hoaks, dan saya siap memberikan bukti bahwa tidak ada chat seperti yang dituduhkan,” ujar Mangala.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan memastikan langkah hukum akan ditempuh terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi tersebut. Menurutnya, penyebaran konten tanpa dasar yang jelas berpotensi melanggar hukum serta menciptakan kegaduhan di ruang publik.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan unggahan yang mengklaim adanya tangkapan layar percakapan bernuansa intim yang melibatkan dua pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Unggahan itu cepat menyebar dan memicu beragam reaksi publik.

Namun, sejumlah warganet mempertanyakan keabsahan informasi tersebut karena tidak disertai bukti konkret berupa tangkapan layar sebagaimana yang diklaim. Ketiadaan bukti ini memunculkan keraguan dan memperkuat dugaan bahwa unggahan tersebut tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagian pengguna media sosial bahkan menilai isu tersebut berpotensi sebagai upaya menjatuhkan reputasi pejabat tertentu, mengingat narasi yang dibangun cenderung sensasional tanpa dukungan fakta.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi di tengah derasnya arus digital. Publik diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya. Selain berpotensi merusak reputasi seseorang, penyebaran informasi palsu juga dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pelakunya.

//VIT*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *